Beranda / Sisi Daerah / 12 Kecamatan Tampilkan Kekayaan Budaya dalam Karnaval FBMM Gunung Mas

12 Kecamatan Tampilkan Kekayaan Budaya dalam Karnaval FBMM Gunung Mas

Sisikalimantan.com, Gunung Mas – Karnaval Budaya yang termasuk dalam cabang lomba pada Festival Budaya Mihng Manasa (FBMM)di Kabupaten Gunung Mas menampilkan berbagai cerita rakyat hingga wisata daerah dari 12 Kecamatan di Gunung Mas.

Kegiatan tahunan tersebut dibuka dan dihadiri oleh Bupati Gunung Mas Jaya S Monong yang dilaksanakan di Taman Kota Kuala Kurun, Selasa, 16 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Jaya S. Monong mengatakan karnaval budaya pada Festival Budaya Mihing Manasa merupakan agenda tahunan yang memiliki peran penting dalam upaya pelestarian seni budaya di tengah masyarakat Kabupaten Gunung Mas.

“Kegiatan ini menjadi wujud pelestarian nilai-nilai seni budaya dan olahraga tradisional, sekaligus upaya memperkuat nilai budaya yang berkembang di masyarakat, khususnya masyarakat Dayak,” ujar Jaya, Selasa, 16 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berkomitmen untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni budaya, kebiasaan masyarakat, serta berbagai bentuk kearifan lokal yang menjadi identitas daerah.

Menurutnya, Kabupaten Gunung Mas memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dan masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. 

Berbagai situs dan cagar budaya seperti rumah betang, sandung, sapundu, monumen, serta peninggalan sejarah lainnya menjadi bukti kuat bahwa masyarakat masih menjaga adat istiadat dan tradisi leluhur.

Hal tersebut terlihat pada berbagai tema pada setiap kontingen yang menampilkan berbagai cerita rakyat, budaya di daerah setempat hingga tempat wisata yang ada.

Ada asal usul nama Desa Tewang Pajangan di Kecamatan Kurun, ada kisah Bukit Bajai (buaya) di Desa Dahian Tambuk Kecamatan Mihing Raya, tempat wisata bernama Nokan Kajuei di Kecamatan Rungan dan lainnya.

Setiap kontingen juga menampilkan tari-tarian sesuai tema di depan para tamu undangan dan dewan juri. Dandanan dan kostum yang digunakan juga dibuat semenarik mungkin.

“Kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan adat istiadat, budaya, kearifan lokal, kawasan situs dan cagar budaya, serta berbagai peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Gunung Mas,” tukasnya. (YD)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *