Sisikalimantan.com, Gunung Mas – Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Memasuki kuartal pertama tahun 2026, perkembangan signifikan terlihat pada lahan dinas Polri di wilayah Kuala Kurun, di mana hamparan tanaman jagung mulai tumbuh subur sebagai bagian dari langkah strategis menuju swasembada pangan sektor pertanian.
Hingga pekan ini, tanaman jagung yang ditanam di atas lahan seluas dua hektar milik Polres Gunung Mas terpantau tumbuh dengan sangat baik. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, bibit jagung tersebut kini telah berumur 19 hari dengan rata-rata ketinggian mencapai 15 hingga 20 centimeter. Pertumbuhan yang seragam ini menandakan proses perawatan dan pemanfaatan lahan tidur yang dilakukan oleh jajaran Polres berjalan dengan optimal dan terukur.
Langkah ini merupakan implementasi langsung dari program ketahanan pangan yang digalakkan secara masif oleh institusi Polri di seluruh wilayah. Polres Gunung Mas mengalihfungsikan lahan dinas yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan hijau yang bernilai ekonomis dan strategis. Kehadiran kebun jagung ini diharapkan menjadi katalisator bagi masyarakat sekitar untuk turut serta dalam memperkuat kedaulatan pangan di tingkat lokal.
Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pengawasan terhadap lahan ini dilakukan secara rutin untuk memastikan hasil panen yang maksimal. “Kami berkomitmen penuh mengawal instruksi pimpinan dalam mendukung swasembada pangan. Saat ini, tanaman sudah memasuki fase awal yang sangat krusial, sehingga pemupukan dan drainase pada lahan satu hektar ini menjadi prioritas utama kami,” tegasnya, Rabu, 25 Maret 2026 siang.
Keberhasilan pertumbuhan jagung di Gunung Mas ini merupakan hasil penanaman pada Sabtu, 7 Maret 2026 lalu. Saat itu, dilakukan penanaman serentak yang dipimpin langsung oleh Kapolri dari titik pusat di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Melalui sambungan virtual, Kapolres Gunung Mas beserta jajaran di wilayah menyatukan visi untuk menjadikan lahan-lahan Polri sebagai pusat percontohan pertanian yang produktif.
Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari desain besar Polri dalam mendukung kemandirian bangsa di sektor pangan. Dengan memanfaatkan teknologi pertanian sederhana namun efektif, Polres Gunung Mas berupaya membuktikan bahwa keterlibatan personel kepolisian dalam sektor pertanian mampu memberikan dampak positif bagi stabilitas pasokan bahan pangan pokok, khususnya jagung, di wilayah Kalimantan Tengah.
Selain mendukung agenda nasional, aktivitas bertani ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Kuala Kurun mengenai pemanfaatan lahan pekarangan. Personel Polres terjun langsung dalam mengelola tanah, mulai dari pengolahan lahan hingga pemeliharaan tunas, guna menunjukkan bahwa sinergi antara aparat penegak hukum dan sektor pertanian adalah kunci dalam menghadapi tantangan krisis pangan global di masa depan.
Melalui konsistensi yang ditunjukkan dalam kuartal pertama ini, Polres Gunung Mas optimis bahwa tanaman jagung tersebut akan mencapai masa panen dengan kualitas unggul. Keberhasilan ini nantinya diharapkan dapat memperkuat stok pangan daerah sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pilar pendukung kesejahteraan rakyat melalui kesuksesan program Asta Cita. (Red)








