Sisikalimantan.com, Gunung Mas – Buntut pengurangan stok BBM ke Kabupaten Gunung masih berlanjut. Tidak hanya menimbulkan antrean panjang, namun harga BBM di eceran pun melambung, bahkan Pertamax ada yang dijual Rp35 ribu per liter.
Olehkarena itu, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas terus melakukan upaya penanganan dan pengaturan distribusi serta penjualan bahan bakar minyak (BBM) di Kuala Kurun guna mengurangi antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Dalam evaluasi tindak lanjut rapat sebelumnya, pemerintah meminta seluruh SPBU di Kuala Kurun menambah jam operasional pelayanan kepada masyarakat,” kata Sekda Gunung Mas Richard, Selasa, 12 Mei 2026.
Jika biasanya SPBU tutup sekitar pukul 17.00 WIB, kini diminta tetap membuka pelayanan hingga malam hari selama stok BBM masih tersedia.
Pemerintah daerah juga terus memantau kondisi di lapangan. Berdasarkan informasi dari kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan (LDHKP), antrean kendaraan hingga tadi malam masih terjadi dan belum sepenuhnya berkurang.
Namun, pada pagi hingga siang hari kondisi antrean mulai lebih terkendali setelah dilakukan pengaturan oleh Polres Gunung Mas bersama Satpol PP dan pihak DLHLP.
Kata Richard, selain pengaturan antrean, aparat juga melakukan tindakan terhadap oknum yang diduga menyalahgunakan BBM subsidi dengan menjual kembali kepada masyarakat.
“Pemerintah menegaskan pengawasan distribusi BBM subsidi akan terus diperketat agar penyalurannya tepat sasaran,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas juga akan mengeluarkan surat edaran dari Bupati terkait pengaturan jam operasional SPBU dan tata kelola distribusi BBM selama kondisi antrean masih terjadi.
Pemerintah turut mengimbau para pengecer BBM agar menjual dengan harga yang wajar dan terjangkau masyarakat. Pemkab mengakui keberadaan pengecer masih dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di daerah pinggiran Kuala Kurun dan sekitarnya.
Terkait harga BBM jenis Pertalite, pemerintah menjelaskan tidak dapat menentukan harga di tingkat pengecer karena BBM tersebut merupakan subsidi pemerintah dan telah diatur dalam ketentuan distribusi.
“Sementara untuk Pertamax yang tidak disubsidi, pemerintah tetap mengimbau agar penjual eceran tidak menaikkan harga secara berlebihan sehingga masih dapat dijangkau masyarakat,” tukasnya.
Sebelumnya pihak Pertamina perwakilan Kalimantan Tengah mengatakan, beberapa hari ke depan, pihaknya akan menambah stok BBM ke Kabupaten Gunung Mas.
Richard berharap penambahan kuota BBM menjadi normal kembali nantinta bisa mengurangi antrean yg ada. (YD)








