Sisikalimantan.com, Gunung Mas – Beberapa hari antrean panjang terlihat baik kendaraan roda dua maupun roda empat untuk mengisi BBM di SPBU Kuala Kurun.
“Kemarin saya harus antre selama tiga puluh menit untuk membeli Pertamax untuk motor saya. Pernah juga antre sampai satu jam lamanya,” kata salah seorang warga Kuala Kurun, Kurniawan, Kamis, 7 Mei 2026.
Kurniawan menambahkan, tidak hanya dirinya saja yang harus mengantre cukup lama, sebab sejak pag kendaraan roda empat maupun roda dua sudah berderet panjang untuk bergantian mengisi BBM.
Terkait hal itu, Staf Administrasi atau PIC SBPU Kuala Kurun Andrian mengungkapkan alasan di balik antrean panjang saat masyarakat akan membeli BBM.
“Alasan panjangnya antrean saat pembelian BBM di SPBU Kuala Kurun yang pertama adanya pembatasan stok dan adanya jeda pengiriman,” kata Andrian, Kamis, 7 Mei 2026.
Dijelaskan, sebelumnya pihak SBPU Kuala Kurun memesan BBM sebanyak 10 ribu liter dan BBM yang dikirim pun sebanyak yang pihaknya pesan.
Namun saat ini, saat pihaknya memesan BBM sebanyak 10 ribu liter, SBPU Kuala Kurun hanya mendapatkan lima ribu liter saja. “Itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian BBM di Kabupaten Gunung Mas,” ujar Andrian.
Tidak sampai di situ, Andrian menyebut terjadi jeda pengiriman BBM. Dicontohkan, hari senin BBM datang kemudian Hari Selasa BBM kosong kembali karena hari itu mereka tidak menerima pengiriman bahan bakar.
Bisa juga, pihaknya memesan Pertalite dan Pertamax sekaligus, namun yang dikirim hari itu hanya Pertalite. Hal itu kata Andiran membuat penumpukan pembeli pada satu waktu.
“Jadi jika hari ini BBM kosong, maka masyarakat tidak bisa mengisi bahan bakar hari ini akan ikut mengantre pada hari berikutnya. Hal ini lah yang membuat anteran panjang beberapa hari ini di SPBU Kuala Kurun,” jelasnya.
Dirinya berharap ada regulasi dari pemerintah seperti surat edaran resmi terkait pembatasan pembelian agar tidak segelintir orang saja yang bisa mendapatkan BBM di SPBU Kuala Kurun.
“Selain itu, diperlukan juga sinergitas baik pemerintah daerah, kepolisian dan pihak terkait lainnya untuk menjaga pasokan BBM bisa tersalurkan dengan baik kepada masyarakat,” tukasnya. (YD)








